Ulasan Kritis "Norwegia Dalam Konstelasi Kawasan Eropa"

 

NORWEGIA DALAM KONSTELASI KAWASAN EROPA 




    Pada Sub-Kawasan Eropa Utara terdapat salah satu negara yang memiliki andil dalam Dinamika Eropa. Negara yang terletak secara geografis dalam wilayah Semenanjung Skandinavia bernama Kongeriket Norge (Kerajaan Norwegia). Maka sistem pemerintahan yang diterapkan oleh Norwegia adalah Monarki Konstitusional Parlementer. Kemudian, Norwegia berbatasan dengan Swedia, Finlandia, dan Rusia di sebelah timur serta memiliki ibu kota bernama Oslo (Joys, 2020).  Secara singkat Norwegia memiliki rangkaian sejarah, budaya, bahasa dan kelompok etnis yang menarik. Dalam hal ini, Norwegia berpengaruh terhadap beberapa peristiwa dan konstelasi yang terjadi di Kawasan Eropa. Selain itu, memberikan peninggalan yang berharga bagi Kawasan Eropa hingga sekarang. Sehingga ulasan ini membahas rangkaian sejarah sistematis dari Norwegia dari periode peradaban masa Viking hingga menjadi negara modern.

    Perlu diektahui bahwa dulu Norwegia belum menjadi suatu bentuk negara kerajaan di Sub-kawasan Eropa Utara. Dalam hal ini, dikenal dalam sebagai periode masa The Vikings yang terjadi di Norwegia  tahun 793- 1066 SM  yang mendiami di  pada wilayah Skandinavia tersebut. Terutama melihat penggunaan istilah“Vikings” yang teridentifikasi berasal dari Bahasa Jerman Utara yaitu “Old Norse” memberikan definisi gambaran sekelompok pria bepergian dengan keterlibatan dalam perampokan dan pembajakan (Nardo, 2011). Tentu melihat  para Viking tidak hanya bermukim atau mendiami Norwegia saja, tetapi juga menyebar hingga Swedia, Denmark, Islandia dan Kepulauan Utara Britania Raya. Namun demikian terdapat beberapa hal menarik mengenai keterlibatan Para Viking dengan Romawi Barat. Melihat terdapat pengaruh kebudayaan yang diberikan oleh Kerajaan Romawi Barat terhadap daerah Skandinavia. Seperti peninggalan beberapa bentuk artistik “Zoomorphic” yang diadopsi dari Roma oleh para Viking tersebut (Nardo, 2011). Bahkan dapat diperkuat dengan penemuan beberapa peralatan pertanian (agriculture), sistem berburu dan memancing tersebut.

    Periode The Vikings yang terjadi di Norwegia memberikan pengaruh besar dalam konstelasi Eropa. Penggunaan konsep ekpansi dan penaklukan dapat tergambarkan dari Para Viking. Mengingat terdapat beberapa rangkaian peristiwa penting yang memberikan pengaruh besar dalam Daratan Eropa pada periode tersebut. Kedua konsep itu digunakan oleh Para Viking untuk menalukkan beberapa wilayah dan kerajaan dalam Kawasan Eropa. Seperti melihat penggunaan strategi campuran yang bersifat agresif tahun 800an untuk menalukkan Francia atau Kingdom of Franks, namun demikian pada akhirnya mengalami kegagalan. Kemudian pemberlakuan tindakan ekspansi beserta penaklukan yang sama juga dilakukan terhadap beberapa daerah modern menyebar dari Britania Raya, Irlandia, Rusia, wilayah sekitar Mediterranea dan Kaspia (Nardo, 2011). Sehingga memberikan pengaruh yang kuat dalam Dinamika Kawasan Eropa pada periode tersebut. 

    Selanjutnya melihat periode Medieval Age terdapat kebangkitan sistem monarki pada tahun 885 di Norwegia yang terbentuk akibat keberhasilan mempersatukan beberapa kerajaan kecil di wilayah tersebut. Tokoh penting sekaligus raja pertama yang berhasil dibalik penyatuan Kerajaan Norwegia adalah Harald Fairhair. Dalam hal ini, terdapat perubahan dan pengaruh yang dibawa terhadap Norwegia berupa menggunakan sistem pemerintahan monarki konstitusional parlementer dengan keberadaan 60 keluarga kerjaan hingga sekarang  ( Royal House of Norway). Kemudian tahun 1380 rangkaian peristiwa Napoleonic Wars membuat penyatuan (merged) Kerajaan Norwegia dan Denmark dalam satu kepemimpinan dengan tujuan utama mendirikan posisi netral diantara perseturuan Perancis dan Britania Raya (Britannica , 2020).  Namun demikian, pada akhirnya kondisi keadaan menuntut untuk berpihak pada Perancis, setelah Britania Raya melakukan Blokade Kontinental tahun 1807 yang mengakibatkan kerugian ekonomi. Sehingga memberi gambaran singkat mengenai keterlibatan dari Norwegia dalam konstelasi Kawasan Eropa.

    Keadaan konsteleasi politik di Kawasan Eropa pada periode Post-Westphalia membuat Norwegia meraih benefit tersendiri. Dalam hal ini, mengingat kemenangan yang diraih oleh aliansi Swedia, Norwegia dan Denmark sebagai negara penganut Agama Kristen Protestant dalam menghadapi Holy Roman Empire serta Catholic League (History.Com Editors, 2018). Terutama berfokus pada aliansi Denmark-Norway Kingdom yang telah terbentuk sebelumnya. Selain itu, juga menerapkan implementasi kepentingan nasional dan kekuasaan atas daerah Sub-Kawasan Eropa Utara. Sehingga memberikan gambaran tentang konstelasi yang terjadi dengan keterlibatan dari Norwegia. Walaupun demikian, terdapat dissolution aliansi terhadap Denmark-Norway Kingdom tahun 1814 yang diakibatkan berakhirnya Napoleonic Wars pada daratan Eropa.  Tentu saja, kemerdekaan penuh dapat diraih oleh Norwegia dari Swedia pada tahun 1905. Maka dari itu, keberlangsungan hidup dari Norwegia menjadi negara monarki konstitusional bersifat independen di Sub-Kawasan Eropa Utara.

    Norwegia pada periode Revolusi Industri tahun 1901 di Britania Raya yang tidak terlepas dari kondisi ekonominya. Melihat kembali keadaan kondisi ekonomi yang dimiliki oleh Norwegia mengalami “Depression” pada awal tahun 1890an. Bahkan sesaat terjadinya peristiwa Revolusi Industri kondisi ekonomi yang dimiliki oleh Norwegia mengalami kehancuran finansial dan stagnasi PDB per kapita pada tahun 1900 hingga 1905 (Grytten, 2008). Hal ini juga berlaku pada kondisi ekonomi Britania Raya dan beberapa negara di Eropa Barat. Walaupun begitu, Norwegia mengalami perubahan signifikan dalam facktor produksi. Melihat terdapat gelombang Industrialization dalam kegitan manufaktur domestik yang terdapat pada Norwegia. Seperti pada tahun 1905 terdapat gambaran keberadaan industri manufaktur menggunakan tenaga listrik bernama “Norsk Hydro” (Grytten, 2008). Sehingga terdapat pengaruh yang diberikan secara tidak langsung oleh Revolusi Industri terhadap Norwegia.

    Periode masa modern dalam konstelasi Kawasan Eropa sekarang terdapat pengaruh dan keterlibatan dari Norwegia. Berawal dari keikutsertaan Norwegia dalam "European Free Trade Association" pada tahun 1960 memberikan pengaruh positif bagi integrasi regional di Eropa (Ministry of Foreign Affiars Norway, 2014). Walaupun begitu, Norwegia menolak untuk bergabung dengan Europe Union (EU) sebagai organisasi supranasional di Eropa. Dalam hal ini, mengingat banykanya mayoritas Masyarakat Norwegia menolak bergabung dengan EU melalui dua kali referendum pada tahun 1972 dan 1994 (Ministry of Foreign Affiars Norway, 2014). Namun demikian, Norwegia merupakan mitra terdekat dari EU yang tergambarkan dalam beberapa bentuk kerja sama di Kawasan Eropa. Seperti melihat pada salah satu bentuk kerja sama dengan EU melalui “ European Economic Agreement”  (EEA) yang menerapkan Single Market  dalam kegiatan ekonomi tersebut (Ministry of Foreign Affiars Norway, 2014). Tidak hanya itu, Norwegia juga ikut serta dalam perjanjian kerja sama Schengen Area yang memberi mutual benefit  bagi kedua belah pihak.

     Bedasarkan pemaparan diatas dapat diketahui bahwa Norwegia dalam periode Viking hingga modern sekarang memberi pengaruh (influence) bagi Kawasan Eropa. Melihat pada peradaban Viking terdapat kegiatan ekspansi dan penaklukan yang dilakukan menyebar di setiap Daratan Eropa. Kemudian saat periode abad pertengahan yang terjadi di Norwegia adalah pembentukan Kerajaan Norwegia dengan dasar sistem pemerintahan monarki. Tentu saja, melalui penggabungan beberapa kerajaan kecil di wilayah tersebut. Selanjutnya melihat periode Post-Westphalia terdapat keuntungan pasca kemenangan yang diraih oleh Norwegia dengan bantuan dari aliansinya. Peristiwa Revolusi Industri Pertama yang terjadi di Eropa membuat krisis ekonomi pada Norwegia hingga terdapat proses industrialisasi. Terakhir melihat periode modern sekarang, terdapat tindakan yang dilakukan oleh Norwegia memberikan dampak postif dalam integrasi di Kawasan Eropa. Maka dari itu, dapat diketahui bahwa terdapat suatu bentuk timbal balik yang diberikan terhadap Norwegia dan Kawasan Eropa.





Referensi;

Royal House of Norway. (n.d.). History . Retrieved Juli 2, 2020, from The Royal House of Norway: https://www.royalcourt.no/seksjon.html?tid=27680&sek=27269

Britannica . (2020). Norway- The Kalmar Union. Retrieved Juli 3, 2020, from Britannica : https://www.britannica.com/place/Norway/Union-with-Sweden#ref188715

Carter, R. (2020). A brief history of Norway: Everything you need to know about the Norwegians. Retrieved Juli 3, 2020, from Scandification : https://scandification.com/brief-history-of-norway/

Grytten, O. (2008, Maret 16). The Economic History of Norway . Retrieved Juli 4, 2020, from Economic History: https://eh.net/encyclopedia/the-economic-history-of-norway/

History.Com Editors. (2018, Agustus 21). Thirty Years War. Retrieved Juli 3, 2020, from History: https://www.history.com/topics/reformation/thirty-years-war#section_9

Joys, C. (2020, Juli 3). Norway. Retrieved Juli 3, 2020, from Britannica : https://www.britannica.com/place/Norway

Ministry of Foreign Affiars Norway. (2014, 12 13). Norway and the EU. Retrieved Juli 4, 2020, from Government.no : https://www.regjeringen.no/en/topics/european-policy/Norways-relations-with-Europe/norway-eu/id684934/

Nardo, D. (2011). The Vikings. New York: GALE Cengage Learning.

 

 



Komentar